Bagi umat Islam, mengonsumsi produk halal adalah kewajiban, sebagai perwujudan ketaatan pada Allah SWT. Tujuan yang ingin diraih adalah meraih rida Allah SWT.
.

Teladan utama penjaminan produk halal adalah Rasulullah Saw. Lesley Stone dalam A Contextual Introduction to Islamic Food Restrictions menulis, catatan hadis menunjukkan Muhammad Saw. menyembelih hewan dengan terlebih dulu menyebut nama Allah SWT. Ini merupakan bentuk dari upaya memberikan jaminan halal terhadap daging yang akan dikonsumsi.

“Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan; karena sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagimu.” (QS al Baqarah: 168).

Dan secara lengkap tuntunan Rasulullah terkait fiqh makanan dan minuman ditulis oleh Syekh Abu Malik Kamal bin as-Sayyid Salim dalam kitabnya Shahih Fiqih Sunnah menyebutkan bahwa makanan dan minuman menjadi haram karena salah satu dari lima sebab berikut;

  1. Membawa mudharat pada badan dan akal (sebagaimana disinggung pada kaidah ketiga di edisi lalu),
  2. Memabukkan. Merusak akal, dan menghilangkan kesadaran (seperti khamr dan narkoba),
  3. Najis atau mengandung najis,
  4. Menjijikkan menurut pandangan orang kebanyakkan yang masih lurus fitrahnya, dan
  5. Tidak diberi idzin oleh syariat karena makanan/minuman tersebut milik orang lain. Artinya haram mengkonsumsinya tanpa seidzin pemiliknya.

Hari ini, kepedulian terhadap makanan halal tengah meningkat. Kaum muslim pada umumnya sudah lebih mempedulikan apa yang masuk dalam perutnya. Tidak Asal enak dan ekonomis. Karena makanan, minuman dan hasil nafkah dari yang haram sangat berpengaruh sekali dalam kehidupan seorang muslim, bahkan untuk kehidupan akhiratnya setelah kematian.

Baik pada terkabulnya do’a, amalan sholehnya dan kesehatan dirinya bisa dipengaruhi dari makanan yang ia konsumsi setiap harinya. Oleh karena itu, seorang muslim begitu urgent untuk mempelajari halal dan haramnya makanan yang ia konsumsi.

Semoga bermanfaat untuk menjadikan kita hamba Allah yang terus produktif menciptakan lebih banyak kebaikan untuk dunia…

Aamiin Ya Rab…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *